Kamis, 23 Oktober 2014

Kaji Eksperimental Pengaruh Gaya Pemotongan Terhadap Level Getaran dan Kekasaran Permukaan Pada Mesin Bubut Gallic 16N

Kaji Eksperimental Pengaruh Gaya Pemotongan
Terhadap Level Getaran dan Kekasaran Permukaan
Pada Mesin Bubut Gallic 16N
Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-10-18 15:07:34
Oleh : Hendra, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2003-00-00, dengan 1 file

Keyword : roughness,dynamic stiffness,cantilever
Nomor Panggil (DDC) : T 621.93 HEN
Kekasaran permukaan benda kerja adalah bagian dari evaluasi kualitas produk proses pemesinan. Kekasaran permukaan benda kerja dapat dijadikan acuan dalam evaluasi fenomena getaran atau ketidakstabilitas proses pemesinan. Untuk mengurangi getaran mesin perkakas, kekakuan statik dan dinamik dart mesin perkakas harus dipertimbangkan dalam perancangannya. Kekakuan statik berhubungan dengan ketelitian geometrik mesin perkakas, dimana seperti karakteristik dinamik berhubungan dengan respon getaran mesin perkakas selama proses pemesinan. Pada enelitian ini karakteristik dinamik mesin perkakas diperoleh dengan melakukan pengukuran ingsi respon frekuensi (FRF) menggunakan perangkat penganalisis sinyal getaran yaitu MSA (Multichannel spectrum analyzer). Penelitian diarahkan untuk mengetahui pengaruh dart proses pemotongan terhadap kekasaran permukaan benda kerja melalui pengujian proses petnotongan pada mesin bubut Gallic 1GN. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekasaran permukaan benda kerja dipengaruhi oleh gaya pemotongan, kedalaman potong, feeding dan panjang penjuluran benda kerja.

PEMODELAN MESIN BUBUT CERDAS

PEMODELAN MESIN BUBUT CERDAS

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-07-04 16:47:35
Oleh : LINDUNG PARINGOTAN MANIK (NIM 13103019), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : mesin bubut, manufaktur
Seiring dengan kemajuan zaman, industri manufaktur menghadapi tuntutan pasar yang semakin dinamis dan persaingan yang semakin ketat. Produksi dengan banyak variasi dan jumlah produk setiap varian yang sedikit sulit dilakukan. Tuntutan yang demikian hanya dapat dipenuhi jika suatu industri menguasai teknologi dan sistem informasi produksi. Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM) merupakan salah satu sistem manufaktur dimana setiap bagiannya mampu bekerjasama dengan baik. Salah satu mesin perkakas yang terdapat dalam SPTM adalah mesin bubut. Mesin bubut dapat dipergunakan untuk aplikasi yang sangat luas. Untuk itu diperlukan kemampuan yang cukup tinggi untuk menguasai elemen-elemen yang terdapat dalam mesin bubut. Dengan adanya suatu model mesin bubut yang cerdas, maka perencanaaan proses di mesin bubut akan konsisten, seragam, optimum, cepat dan tepat tanpa mengesampingkan kualitas produk. Pemodelan mesin bubut cerdas ini menggunakan metode berorientasi obyek dimana metode ini berusaha untuk membuat model obyek secara natural sesuai dengan sifat sebenarnya. Model mesin bubut cerdas dirancang terdiri atas modul-modul sebagai berikut: pengelolaan data workshop, pengelolaan data mesin perkakas, pengelolaan data pemesinan, dan pengelolaan data kelengkapan perkakas potong. Dengan adanya modul-modul ini diharapkan sistem ini memiliki kecerdasan-kecerdasan sebagai berikut: memiliki fungsi pengelolaan data seperti penambahan, pengubahan, dan penghapusan data; memiliki fungsi pemilihan alternatif tool set; memiliki fungsi pemilihan parameter operasi; dan memiliki fungsi penghitungan ongkos pemesinan.

Senin, 20 Oktober 2014

ANALISA PENGARUH PENYIMPANGAN GEOMETRI MESIN BUBUT CNC TU-2A TERHADAP PENYIMPANGAN GEOMETRI PRODUK YANG DIHASILKAN

ANALISA PENGARUH PENYIMPANGAN GEOMETRI MESIN BUBUT CNC TU-2A TERHADAP PENYIMPANGAN GEOMETRI PRODUK YANG DIHASILKAN

AN EFFECT ANALYSIS OF CNC TU-2A GEOMETRICAL DEVIATION TO PRODUCT�S GEOMETRICAL DEVIATION

Created by :
Fahruddin, Arif ( 2100100064 )



SubjectMesin bubut
Alt. Subject Lathes
Keywordpenyimpangan
geometri
kesejajaran
kebulatan
kesilindrisan

Description:

Untuk mengetahui kondisi mesin perkakas perlu dilakukan pengukuran penyimpangan geometri mesin perkakas dan penyimpangan geometri produk yang dihasilkan. Dari hasil pengukuran didapatkan mesin perkakas no. 2 mempunyai Kv=0,019 mm ;Kh=0,016 mm , pada mesin perkakas no. 6 Kv=0,090 mm;Kh=0,030 mm, pada mesin no. 7 Kv=0,060 mm;Kh=0,022 mm dari analisa didapatkan bahwa penyimpangan geometri mesin perkakas yaitu pengukuran penyimpangan kesejajaran sumbu spindel dan bed baik secara vertical (Kv) maupun horizontal (Kh) di atas sangat berpengaruh terhadap penyimpangan geometri produk yaitu penyimpangan kesilindrisan dan kebulatan produk.Pada mesin no. 2 rata-rata penyimpangan kebulatan Y1=119 mm ;kesilindrisan Y2=137 mm, pada mesin 6 rata-rata peyimpangan kebulatan Y1=0,260 mm dan penyimpangan kesilindrisan Y2=0,316 mm, pada mesin no, 7 rata-rata penyimpangan kebulatan Y2=0,193 mm dan penyimpangan kesilindrisan Y2=0,228mm, semakin besar penyimpangan kesejajaran spindle dan bed secara vertical (Kv) maupun horizontal (Kh) maka semakin besar pula penyimpangan kebulatan (Y1) dan penyimpangan kesilindrisan (Y2)

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA RUANG KERJA BENGKEL MESIN

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA RUANG KERJA BENGKEL MESIN

ANALYSIS NOISE LEVEL AT WORKSHOP MACHINE WORKROOM

Created by :
ANWAR, CHAIRIL 



SubjectBengkel mesin--Kebisingan
Kebisingan
KeywordRuang kerja bengkel mesin
Distribusi bising
PSIL (Preferred Speech Interference Level)

Description:
Pada suatu ruang kerja bengkel mesin terdapat suatu sumber bising yang diakibatkan oleh beberapa mesin kerja yang terdapat di PT. Petrokimia Gresik Up I yang dapat mengganggu aktivitas kinerja para pekerja. Ruang kerja bengkel mesin dengan ukuran 28 x 18 m dengan bekerjanya mesin Bubut, Milling, Grenda secara bersama – sama. Parameterparameter akustik yang akan dianalisa adalah Sumber kebingan tertinggi, distribusi bising pada ruang kerja bengkel mesin dan PSIL (Preferred Speech Interference Level). Dari hasil pembahasan diketahui Tingkat tekanan bunyi rata-rata pada mesin bekerja (Bubut,Milling,Grenda) yaitu 78.43 dB. TTB tertinggi adalah 87.4 dB di titik 62 dan TTB terendah adalah 74.5 dB di titik 66. Tingkat tekanan bunyi rata-rata pada saat mesin mati (Bubut,Milling,Grenda) yaitu 76.26 dB. TTB tertinggi adalah 78.9 dB di titik 59 dan TTB terendah adalah 74 dB di titik 3 dan di titik4

RANCANG BANGUN MESIN BUBUT KAYU UNTUK PEMBUATAN REBANA

RANCANG BANGUN MESIN BUBUT KAYU UNTUK PEMBUATAN REBANA

DESIGNING WOOD ENGINE LATHE TO MAKE A TAMBOURINE

Created by :
RYANTONO, ADITA  ( 2110039017 )
AHWAL, GANJAR AHSANUL



Subjectdesain mesin
Alt. Subject Machine design
KeywordKAYU
PERAUTAN

Description:
Dalam Usaha Kecil Menengah Kerajinan Rebana masih menggunakan alat yang sederhana dalam pengolahan produksinya, khususnya pada proses perautan bingkai rebana. Salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi perautan bingkai rebana adalah membuat mesin bubut kayu. Mesin bubut kayu dirancang lebih simpel dengan hasil perautan yang baik, maka diperlukan perhitungan berapa besar gaya yang terjadi dan daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan : belt, pulley, roda gigi, poros, spindle. Dari hasil perhitungan, dibutuhkan daya motor 1HP dengan putaran 1400 rpm untuk menggerakkan spindlel dengan putaran 170 rpm, gaya potong 180,5 kgf dan kapasitas mesin 3 buah / jam.

Cara membuat daftar isi pada penulisan karya ilmiah/makalah/skripsi



Cara membuat daftar isi pada penulisan karya ilmiah/makalah/skripsi adalah Pertama-tama dengan membuka microsoft word terlebihdahulu. Selanjutnya ketik menu daftar isi yang akan ditulis. Pada penulisan judul untuk merubah huruf tersebut menjadi balok semua dengan cara blok judul tersebut dan meng-klik menu bar cange case. Pilih uppercase. Setelah itu lakukan hal yang sama pada bab i pendahuluan dan bab ii landasan teori. Jika sudah, maka blok semua dan klik numbering kecuali judul dan pilih number aligment yang berisi angka. Selanjutnya blog lagi semua dan klik multilevel list mada menubar lalu pilih list library.
Jika sudah semua selanjutnya Blog judul dan klik pojok kanan ada styles yang terdapat pada toolbar. Pilih heading 1 dan klik modify. Terdapat beberapa pilihan yang ingin diubah, jika ingin medrubah posisi judul maka klik align center text. Jika ingin merubah warna klik font color dan pilih warna sesuai keinginan, dan beberaapa pilihan lainnya.
Selanjutnya jika sudah merubah heading 1 maka merubah heading 2 dan seterusnya. Jika ngin menambah heading hanya klik pojok heading terakhir, misalnya klik pojok heading 2 dan ‘pilih update heading 2 to match selection.’
Setelah itu, blok menu daftar isi, pilih references pada toolbar dan klik table of contents dan pilih contents. Selanjutnya yang terakhir, jika ingin mudah menemukan bab yang terdapat dalam daftar isi atau materi yang terdapat dalam daftar isi maka klik view dan pilih document map.



m