Senin, 03 November 2014

STUDI SIKLUS FAUZI UNTUK MESIN DAYA

STUDI SIKLUS FAUZI UNTUK MESIN DAYA
STUDY OF FAUZI CYCLE FOR HEAT ENGINE
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2014-04-15 14:07:55
Oleh : BINEKA PERDANA (NIM : 131 03 077); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. T. A. Fauzi Soelaiman, MSME, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : Mesin daya, mesin daya Fauzi
Peningkatan performa dari mesin dapat dilakukan melalui perubahan dan perbaikan siklus termodinamikanya. Fauzi mengungkapkan bahwa masih ada kemungkinan terbentuknya siklus-siklus baru dari proses-proses termodinamika seperti proses isobarik, isokhorik, isentropik, isentalpik, dan isotermal. Sebanyak 34 dari 102 set siklus Fauzi yang diajukan untuk menjadi set siklus mesin daya pada studi ini. Set siklus tersebut kemudian dibatasi menjadi beberapa kategori: (1) mesin daya dengan kerja spesifik maksimum, (2) mesin daya modifikasi dari mesin daya umum dan (3) mesin daya yang memanfaatkan panas sisa. Pertama, mesin daya dengan kerja spesifik maksimum merupakan mesin daya dengan bentuk persegi dalam diagram tekanan-volume spesifik. Kedua, mesin daya modifikasi merupakan mesin daya umum yang diganti proses kompresi isentropiknya menjadi isotermal untuk mengurangi rasio kerja baliknya dan menggunakan regenerasi panas untuk meningkatkan efisiensinya. Mesin daya ini mempunyai efisiensi yang lebih tinggi pada rasio kompresi atau rasio tekanan yang rendah dan rasio kerja balik yang lebih rendah kecuali mesin daya Diesel modifikasi yang mempunyai rasio kerja balik yang lebih tinggi. Ketiga, mesin daya yang memanfaatkan panas sisa merupakan mesin daya yang mampu mengambil panas sampai dengan temperatur mendekati temperatur lingkungan. Dengan regenerasi panas, mesin daya Fauzi pada studi ini mempunyai beberapa keunggulan berupa efisiensi yang lebih tinggi dan/atau rasio kerja balik yang lebih rendah dibanding dengan mesin daya umum.

KAJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN GANDA MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI PENDINGIN DAN PEMANAS AIR

KAJI EKSPERIMENTAL PEMANFAATAN GANDA MESIN PENGKONDISIAN UDARA SEBAGAI PENDINGIN DAN PEMANAS AIR
Master Theses from JBPTITBPP / 2014-05-02 09:28:48
Oleh : IKA YULIYANI (NIM : 23108008); Pembimbing : Dr. Ir. Abdurrachum Halim; Dr. Ir Jooned Hendrasakti, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2010, dengan 6 file

Keyword : Aircon Water Heater, COP, Pemanfatan ganda, AC, Mesin pengkondisian udara, pendingin, pemanas air
Indonesia adalah salah satu negara yang beriklim tropis dengan udara yang panas dan tingkat kelembaban tinggi. Menurut data dari Badan Meteorologi dan Geofisika pada bulan Mei, Indonesia memiliki kondisi temperatur udara antara 23 oC sampai 36 oC dengan tingkat kelembaban (RH) antara 51 % sampai 98 % [lampiran B]. Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mendapatkan udara yang nyaman dan segar dengan menggunakan mesin pengkondisian udara.

Kebutuhan akan kondisi udara yang segar dan adanya fasilitas air panas untuk keperluan mandi mendorong beberapa apartemen, hotel dan perumahan di sebagian kota besar untuk menyedikan mesin pengkondisian udara dan alat pemanas air. Tentu saja hal ini akan memperbesar dana atau biaya yang harus dikeluarkan. Usaha akan pemenuhan terhadap kebutuhan tersebut dan upaya untuk penghematan membuat beberapa peneliti mencari cara bagaimana menyediakan suatu mesin alternatif yang mempunyai fungsi ganda sebagai pendingin ruangan dan pemanas air.

Teknologi pemanfaatan panas kondensor AC sudah lama dikembangkan, tetapi masih mempunyai banyak kelemahan seperti biaya yang tinggi dan mesin yang tidak handal. Di Teknik Mesin FTMD ITB upaya pemanfaatan panas kondensor untuk pemanasan air sudah lama dimulai, diantara oleh Jefri Sinaga (2000) telah membuat pemanas air yang dipasang secara parallel terhadap kondensor mesin pengkondisian udara dan A.O. Tanuwijaya (2009) telah membuat pemanas air yang dipasang seri terhadap kondensor.

Tetapi penelitian terhadap pemanfaatan ganda pada mesin AC masih perlu dikembangkan karena masih banyak informasi yang belum diketahui seperti pengaruh penambahan unit pemanas air pada rangkaian mesin AC terhadap COP,konsumsi listrik, kinerja kompresor, temperatur evaporator dan keandalan mesin.

Kajian pemanfaatan ganda mesin pengkondisian udara sebagai pendingin dan pemanas air ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik mesin pengkondisian udara seperti COP, konsumsi listrik, kinerja kompresor, temperatur evaporator dan keandalan mesin dari pengaruh penambahan unit pemanas air dengan menggunakan konfigurasi koil yang berbeda.

Penelitian ini dimulai dengan pertama-tama adalah melakukan studi literatur untuk mempelajari makalah dan riset sebelumnya berkaitan dengan pemanfaatan panas dari kondensor mesin pengkondisian udara. Dari tahap ini diharapkan dapat informasi yang lengkap dan berguna untuk mencapai tujuan penelitian ini.

Kedua, perencanaan proses pembuatan unit pemanas air yang akan digabungkan dengan mesin pengkondisian udara. Tujuan dari ini adalah untuk mendapatkan pemanas air yang optimum menyerap panas kondensor dari mesin pengkondisian udara. Pada penelitian ini menggunakan 3 konfigurasi koil penukar panas yang dipasangkan pada tangki pemanas air.

Ketiga, pengujian terhadap mesin pengkondisian udara tanpa pemanas air dan pengujian terhadap pemanas air yang digabungkan dengan mesin pengkondisian udara (AWH). Pengujian dilakukan dengan pengatur kondisi temperatur didalam ruangan. Kemudian selanjutnya adalah melakukan analisa data hasil pengujian.

Secara keseluruhan pemanfatan ganda pada mesin pengkondisian udara sebagai pendingin ruangan dan pemanas air dapat dikatakan berhasil. Kesimpulan yang dapat diambil antara lain:

1. Pemanfatan ganda pada mesin AC mampu menyerap panas dari kondensor dengan daya rata-rata sebesar 1,98 kW atau 52% dari jumlah panas yang terbuang.

2. Aircon Water Heater mampu memproduksi 100 liter panas sampai temperatur 60 oC selama 2–3 jam.

3. Penambahan unit pemanas air pada mesin pengkondisian udara dapat menaikkan nilai COPAWH dari mesin tersebut. COP mesin AC tanpa pemanas air sebesar 3,84 mengalami kenaikkan setelah dilengkapi unit pemanas air sebagai berikut:

- COPAWH heliks sebesar 6,5

- COPAWH konus sebesar 6,99

- COPAWH multi U sebesar 6,86

4. Konsumsi daya listrik rata-rata dari sistem AWH cenderung lebih rendah dibandingkan dengan sistem tanpa pemanas air, dan untuk pemakaian sistem AWH sampai temperature 50 oC dapat menghemat listrik sampai 10 %.

5. Distribusi temperature pada koil heliks dan konus cenderung sama, berbeda dengan konfigurasi koil multi U dimana temperature pada dititik atas cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan temperature pada dititik bagian bawah.

ANALISIS TEKNIK DAN EKONOMI UNTUK PERTIMBANGAN PENGGANTIAN MESIN PENGGULUNG BENANG PADA SUATU PABRIK TEKSTIL

ANALISIS TEKNIK DAN EKONOMI UNTUK PERTIMBANGAN PENGGANTIAN MESIN PENGGULUNG BENANG PADA SUATU PABRIK TEKSTIL
Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2013-11-25 10:47:54
Oleh : HARJA (NIM : 13308023) ; Pembimbing : Ir. F.X. Nugroho Soelami, M.B.Env., Ph.D., dan Dr. Ir. Sutanto Hadisupadmo, M.T., S1 - Department of Engineering Physics
Dibuat : 2013-11-25, dengan 8 file

Keyword : mesin TN-33, mesin TN-35, rasio kecepatan, konsumsi energi, biaya produksi, kapasitas produksi
Sebuah pabrik menginginkan peningkatan kapasitas produksi dengan biaya produksi yang semakin murah. Peningkatan kapasitas produksi tersebut dapat dilakukan dengan cara memodifikasi mesin yang ada atau mengganti mesin lama dengan mesin baru. Seringkali mesin yang sudah dimodifikasi masih kalah dalam hal produktivitas serta biaya operasional dibandingkan mesin yang baru sehingga lebih baik mengganti mesin lama dengan mesin baru. Sebelum mengambil keputusan untuk mengganti mesin lama tersebut, perusahaan harus mengetahui terlebih dahulu keuntungan serta kerugian akibat digantikannya mesin lama dengan mesin baru tersebut sehingga dibutuhkan kajian lebih mendalam berdasarkan sisi teknik dan ekonominya.PT X saat ini mengoperasikan dua jenis mesin, yaitu mesin TN-33 (mesin lama) dan mesin TN-35 (mesin baru). Untuk mengetahui pemakaian energi listrik setiap mesin dilakukan pengambilan data dengan bantuan alat Power Quality Analyser Fluke 43B. Dengan sistem yang digunakan pada mesin TN-35, rasio kecepatan yang diperoleh lebih besar 4 kali lipat daripada rasio kecepatan pada mesin TN-33. Konsumsi energi pada mesin TN-33 sebesar 0,018 kWh/cones sedangkan pada mesin TN-35 sebesar 0,004 kWh/cones (berkurang sebesar 78%). Selain itu pada mesin TN-35 biaya produksi berkurang sebesar 63%, dan kapasitas produksi bertambah sebesar 414%

Cara membuat cover page


Cara membuat cover page pada ms. Word adalah ketiklah format cover pada ms. Word yaitu berisi judul, logo, nama penyusun, nama universitas dan program studi.
Block cover, Lalu klik cover page pada menubar dan klik save selection to cover page gallery dan akan muncul creat new building block. Ketik nama sesuai yang dinginkan. Jika ingin menambah page pada posisi cursor klik blank page pada menubar. Jika ingin memuai posisi page selanjutnya klik page break.
Untuk membuat halaman pada makalah dapat melalui herder pada menu bar.
Pertama-tama posisikan cursor mada page yang ingin diberi halaman, lalu klik herder pada menubar dan pilih sesuai yang diinginkan. Lalu akam muncul desain herder dan footer tools.
Cloud Callout: Differnt first pageDisain pada different firs page berfungsi untuk menetapkan herder dan footer khusus untuk page pada dokumen
Disain pada ood and differnt pages berfungsi untuk menetapkan nomer ganjil yang harus mempunyai perbedaan herder dan footer dari nomer genap pada page.














Macam-macam dan fungsi toolbar insert pada microsoft word
1.       Cover page: berfungsi untuk membuat cover pada page dengan memasukak judul makalah, penulis, tanggal dan informasi lainnya
Jika ingin membuat disain sendiri pada cover dengan cara Block cover, Lalu klik cover page pada menubar dan klik save selection to cover page gallery dan akan muncul creat new building block. Ketik nama sesuai yang dinginkan.
2.       Blank page: berfungsi menambah page pada posisi cursor.
3.       Page break: membuat dan memulai posisi page selanjutnya.
4.       Tabel: berfungsi memasukkan atau menggembar tabel pada dokumen.
5.       Picture: berfungsi memasukkan gambar pada file.
6.       Clip art: berfungsi memasukkan clip art pada dokumen termasuk menggambar, film, suara atau fotopada konsep khusus ilustrasi.
7.       Shapes: memasukkan pembuatan bentuk seperti lingkaran, tanda panah, dll.
8.       Smart art: berfungsi memasukkan grafik smartart pada informasi komunikasi visual.
9.       Chart: chat berfungsi untuk menjelaskan dan membandingkan data.
10.   Hyperlink: berfungsi membuat link untuk web page, gambar, alamat e-mail, atau sebuah program, dengan cara blok yang akan dibuat link klik hyperlink, buat judul, ketik alamat yang ingin disimpan lalu oke.
11.   Bookmark: berfungsi untuk memberikan nama pada maksud yang khusus di dokumen.
12.   Cross-reference: berfungsi untuk menyerahkan item seperti heading, figure.
13.   Herder: berfungsi untuk Untuk membuat halaman pada makalah.
14.   Footer: berdungsi untuk membuat halaman dibawah page pada dokumen.
15.   Page number: berfungsi untuk memasukkan nomor halaman pada page.
16.   Txt box: berfungsi untuk memasukkan text box.
17.   Quick part: berfungsi untuk membuat part untuk dikelompokkan.
18.   Wordart: berfungsi mendekorasiteks pada dokumen.
19.   Equation: berfungsi membuat simbol angka pada dokumen.
20.   Symbol: berfungsi memasukkan simbol yang tidak terdapat di keyboard.

Kamis, 23 Oktober 2014

Kaji Eksperimental Pengaruh Gaya Pemotongan Terhadap Level Getaran dan Kekasaran Permukaan Pada Mesin Bubut Gallic 16N

Kaji Eksperimental Pengaruh Gaya Pemotongan
Terhadap Level Getaran dan Kekasaran Permukaan
Pada Mesin Bubut Gallic 16N
Master Theses from #PUBLISHER# / 2004-10-18 15:07:34
Oleh : Hendra, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2003-00-00, dengan 1 file

Keyword : roughness,dynamic stiffness,cantilever
Nomor Panggil (DDC) : T 621.93 HEN
Kekasaran permukaan benda kerja adalah bagian dari evaluasi kualitas produk proses pemesinan. Kekasaran permukaan benda kerja dapat dijadikan acuan dalam evaluasi fenomena getaran atau ketidakstabilitas proses pemesinan. Untuk mengurangi getaran mesin perkakas, kekakuan statik dan dinamik dart mesin perkakas harus dipertimbangkan dalam perancangannya. Kekakuan statik berhubungan dengan ketelitian geometrik mesin perkakas, dimana seperti karakteristik dinamik berhubungan dengan respon getaran mesin perkakas selama proses pemesinan. Pada enelitian ini karakteristik dinamik mesin perkakas diperoleh dengan melakukan pengukuran ingsi respon frekuensi (FRF) menggunakan perangkat penganalisis sinyal getaran yaitu MSA (Multichannel spectrum analyzer). Penelitian diarahkan untuk mengetahui pengaruh dart proses pemotongan terhadap kekasaran permukaan benda kerja melalui pengujian proses petnotongan pada mesin bubut Gallic 1GN. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekasaran permukaan benda kerja dipengaruhi oleh gaya pemotongan, kedalaman potong, feeding dan panjang penjuluran benda kerja.

PEMODELAN MESIN BUBUT CERDAS

PEMODELAN MESIN BUBUT CERDAS

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2008-07-04 16:47:35
Oleh : LINDUNG PARINGOTAN MANIK (NIM 13103019), S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : mesin bubut, manufaktur
Seiring dengan kemajuan zaman, industri manufaktur menghadapi tuntutan pasar yang semakin dinamis dan persaingan yang semakin ketat. Produksi dengan banyak variasi dan jumlah produk setiap varian yang sedikit sulit dilakukan. Tuntutan yang demikian hanya dapat dipenuhi jika suatu industri menguasai teknologi dan sistem informasi produksi. Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM) merupakan salah satu sistem manufaktur dimana setiap bagiannya mampu bekerjasama dengan baik. Salah satu mesin perkakas yang terdapat dalam SPTM adalah mesin bubut. Mesin bubut dapat dipergunakan untuk aplikasi yang sangat luas. Untuk itu diperlukan kemampuan yang cukup tinggi untuk menguasai elemen-elemen yang terdapat dalam mesin bubut. Dengan adanya suatu model mesin bubut yang cerdas, maka perencanaaan proses di mesin bubut akan konsisten, seragam, optimum, cepat dan tepat tanpa mengesampingkan kualitas produk. Pemodelan mesin bubut cerdas ini menggunakan metode berorientasi obyek dimana metode ini berusaha untuk membuat model obyek secara natural sesuai dengan sifat sebenarnya. Model mesin bubut cerdas dirancang terdiri atas modul-modul sebagai berikut: pengelolaan data workshop, pengelolaan data mesin perkakas, pengelolaan data pemesinan, dan pengelolaan data kelengkapan perkakas potong. Dengan adanya modul-modul ini diharapkan sistem ini memiliki kecerdasan-kecerdasan sebagai berikut: memiliki fungsi pengelolaan data seperti penambahan, pengubahan, dan penghapusan data; memiliki fungsi pemilihan alternatif tool set; memiliki fungsi pemilihan parameter operasi; dan memiliki fungsi penghitungan ongkos pemesinan.

Senin, 20 Oktober 2014

ANALISA PENGARUH PENYIMPANGAN GEOMETRI MESIN BUBUT CNC TU-2A TERHADAP PENYIMPANGAN GEOMETRI PRODUK YANG DIHASILKAN

ANALISA PENGARUH PENYIMPANGAN GEOMETRI MESIN BUBUT CNC TU-2A TERHADAP PENYIMPANGAN GEOMETRI PRODUK YANG DIHASILKAN

AN EFFECT ANALYSIS OF CNC TU-2A GEOMETRICAL DEVIATION TO PRODUCT�S GEOMETRICAL DEVIATION

Created by :
Fahruddin, Arif ( 2100100064 )



SubjectMesin bubut
Alt. Subject Lathes
Keywordpenyimpangan
geometri
kesejajaran
kebulatan
kesilindrisan

Description:

Untuk mengetahui kondisi mesin perkakas perlu dilakukan pengukuran penyimpangan geometri mesin perkakas dan penyimpangan geometri produk yang dihasilkan. Dari hasil pengukuran didapatkan mesin perkakas no. 2 mempunyai Kv=0,019 mm ;Kh=0,016 mm , pada mesin perkakas no. 6 Kv=0,090 mm;Kh=0,030 mm, pada mesin no. 7 Kv=0,060 mm;Kh=0,022 mm dari analisa didapatkan bahwa penyimpangan geometri mesin perkakas yaitu pengukuran penyimpangan kesejajaran sumbu spindel dan bed baik secara vertical (Kv) maupun horizontal (Kh) di atas sangat berpengaruh terhadap penyimpangan geometri produk yaitu penyimpangan kesilindrisan dan kebulatan produk.Pada mesin no. 2 rata-rata penyimpangan kebulatan Y1=119 mm ;kesilindrisan Y2=137 mm, pada mesin 6 rata-rata peyimpangan kebulatan Y1=0,260 mm dan penyimpangan kesilindrisan Y2=0,316 mm, pada mesin no, 7 rata-rata penyimpangan kebulatan Y2=0,193 mm dan penyimpangan kesilindrisan Y2=0,228mm, semakin besar penyimpangan kesejajaran spindle dan bed secara vertical (Kv) maupun horizontal (Kh) maka semakin besar pula penyimpangan kebulatan (Y1) dan penyimpangan kesilindrisan (Y2)

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA RUANG KERJA BENGKEL MESIN

ANALISIS TINGKAT KEBISINGAN PADA RUANG KERJA BENGKEL MESIN

ANALYSIS NOISE LEVEL AT WORKSHOP MACHINE WORKROOM

Created by :
ANWAR, CHAIRIL 



SubjectBengkel mesin--Kebisingan
Kebisingan
KeywordRuang kerja bengkel mesin
Distribusi bising
PSIL (Preferred Speech Interference Level)

Description:
Pada suatu ruang kerja bengkel mesin terdapat suatu sumber bising yang diakibatkan oleh beberapa mesin kerja yang terdapat di PT. Petrokimia Gresik Up I yang dapat mengganggu aktivitas kinerja para pekerja. Ruang kerja bengkel mesin dengan ukuran 28 x 18 m dengan bekerjanya mesin Bubut, Milling, Grenda secara bersama – sama. Parameterparameter akustik yang akan dianalisa adalah Sumber kebingan tertinggi, distribusi bising pada ruang kerja bengkel mesin dan PSIL (Preferred Speech Interference Level). Dari hasil pembahasan diketahui Tingkat tekanan bunyi rata-rata pada mesin bekerja (Bubut,Milling,Grenda) yaitu 78.43 dB. TTB tertinggi adalah 87.4 dB di titik 62 dan TTB terendah adalah 74.5 dB di titik 66. Tingkat tekanan bunyi rata-rata pada saat mesin mati (Bubut,Milling,Grenda) yaitu 76.26 dB. TTB tertinggi adalah 78.9 dB di titik 59 dan TTB terendah adalah 74 dB di titik 3 dan di titik4

RANCANG BANGUN MESIN BUBUT KAYU UNTUK PEMBUATAN REBANA

RANCANG BANGUN MESIN BUBUT KAYU UNTUK PEMBUATAN REBANA

DESIGNING WOOD ENGINE LATHE TO MAKE A TAMBOURINE

Created by :
RYANTONO, ADITA  ( 2110039017 )
AHWAL, GANJAR AHSANUL



Subjectdesain mesin
Alt. Subject Machine design
KeywordKAYU
PERAUTAN

Description:
Dalam Usaha Kecil Menengah Kerajinan Rebana masih menggunakan alat yang sederhana dalam pengolahan produksinya, khususnya pada proses perautan bingkai rebana. Salah satu alternatif untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi perautan bingkai rebana adalah membuat mesin bubut kayu. Mesin bubut kayu dirancang lebih simpel dengan hasil perautan yang baik, maka diperlukan perhitungan berapa besar gaya yang terjadi dan daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan : belt, pulley, roda gigi, poros, spindle. Dari hasil perhitungan, dibutuhkan daya motor 1HP dengan putaran 1400 rpm untuk menggerakkan spindlel dengan putaran 170 rpm, gaya potong 180,5 kgf dan kapasitas mesin 3 buah / jam.

Cara membuat daftar isi pada penulisan karya ilmiah/makalah/skripsi



Cara membuat daftar isi pada penulisan karya ilmiah/makalah/skripsi adalah Pertama-tama dengan membuka microsoft word terlebihdahulu. Selanjutnya ketik menu daftar isi yang akan ditulis. Pada penulisan judul untuk merubah huruf tersebut menjadi balok semua dengan cara blok judul tersebut dan meng-klik menu bar cange case. Pilih uppercase. Setelah itu lakukan hal yang sama pada bab i pendahuluan dan bab ii landasan teori. Jika sudah, maka blok semua dan klik numbering kecuali judul dan pilih number aligment yang berisi angka. Selanjutnya blog lagi semua dan klik multilevel list mada menubar lalu pilih list library.
Jika sudah semua selanjutnya Blog judul dan klik pojok kanan ada styles yang terdapat pada toolbar. Pilih heading 1 dan klik modify. Terdapat beberapa pilihan yang ingin diubah, jika ingin medrubah posisi judul maka klik align center text. Jika ingin merubah warna klik font color dan pilih warna sesuai keinginan, dan beberaapa pilihan lainnya.
Selanjutnya jika sudah merubah heading 1 maka merubah heading 2 dan seterusnya. Jika ngin menambah heading hanya klik pojok heading terakhir, misalnya klik pojok heading 2 dan ‘pilih update heading 2 to match selection.’
Setelah itu, blok menu daftar isi, pilih references pada toolbar dan klik table of contents dan pilih contents. Selanjutnya yang terakhir, jika ingin mudah menemukan bab yang terdapat dalam daftar isi atau materi yang terdapat dalam daftar isi maka klik view dan pilih document map.



m